Tips Mendapatkan Exposure yang “Sempurna” Dalam Sebuah Foto

Eksposure foto anda sempurna ? Belum pernah saya mendapatkan pertanyaan itu dan jawaban yang sama pula. Saya sendiri kadangkala masih harus berulang-ulang kali mendapatkan eksposure yang sempurna, atau setidak-tidaknya mendekati sempurna.

Setidak-tidaknya dalam situs picturecorrect.comAndy Lim sempat membahas masalah “kesempurnaan” eksposure ini.
Potraits
Suatu ketika anda mengambil foto pasangan anda dengan latar belakang backlit. Tetap fokus pada wajah dan abaikan latar belakang itu. Dalam skenario ini, anda jelas tidak bisa begitu saja mengikuti paparan meter pada kamera anda, inilah yang akan membuat wajah pasangan anda akan menjadi kurang terang. Karena tingkat under exposure sangat tergantung dari rasio cahaya antara latar belakang dan subyek pemotretan.
photography exposure
“against the light” captured by Yuliya Libkina

Jadi, anda perlu menambahkan beberapa kompensasi eksposure, yang tidak hanya mencerahkan wajah pasangan anda, tetapi juga mencerahkan latar belakang, menyebabkan beberapa atau semua benda latar belakang menghilang. Hanya dengan melihat diagram histogram, beberapa (mungkin) gambar yang dihasilkan akan over exposure, terutama jika bagian latar belakang masih terlihat. Selama subyek benar-benar terkena, sesungguhnya anda telah memiliki exposure yang sempurna.
Still Life
Prinsipnya masih sama. Identifikasi pada subyek pemotretan, kemudian ekspose. Mungkin saja ada subyek sekunder yang berada pada tingkat kecerahan yang berbeda, tetapi jangan anda khawatir akan hal itu. Karena tujuan utama anda adalah mendapatkan eksposure yang sempurna untuk subyek pemotretan anda. Mata para pemirsa (yang melihat hasil karya anda) hanya tertarik pada subyek dengan eksposure yang sempurna, dan kemudian seterusnya dengan subyek sekunder lainnya, atau latar belakang.
Ini adalah beberapa efek layer yang mungkin dapat digunakan :
  • Komposisi yang efektif
  • Perbedaan suhu cahaya (dicapai melalui penggunaan white balance)
  • Selektif fokus (memastikan fokus yang tajam pada subyek utama, gunakan depth of field untuk membuat subyek sekunder di luar fokus)
Landscape
Jika anda membidik lanskap saat matahari terbenam, maka subyek akan tergantung pada cerita anda tujuan mendapatkan gambar itu. Jika latar depan menarik, mungkin akan menjadi subyek utama. Begitu pula dengan latar belakang. Tapi ada baiknya subyek di latar depan memiliki siluet yang sangat bagus.
camera exposure settings
“astaldi” captured by aenimation 

Dalam skenario ini, anda hanya akan perlu untuk memastikan bahwa latar belakang sempurna, yang memungkinkan hasil awan keemasan atau merah yang indah diterangi matahari terbenam, dan latar depan hanya akan menjadi kurang terang untuk mengungkap siluet yang menarik. Sekali lagi, rasio cahaya (latar belakang yang lebih terang daripada latar depan) memungkinkan untuk terjadi.

Selamat mencoba


| Tommy Satria |

Understanding Exposure, 3rd Edition: How to Shoot Great Photographs with Any CameraDigital Exposure HandbookExposure Photo Workshop: Develop Your Digital Photography TalentUnderstanding Exposure: How to Shoot Great Photographs with a Film or Digital Camera (Updated Edition)


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s